lintasfakta.info – Jude Bellingham Tak Terhentikan di Era Jose Mourinho Kembali ke posisi nomor 10, gelandang Inggris itu menjelma menjadi mesin gol dan kreativitas di bawah asuhan pelatih anyar Real Madrid.
Setelah dua musim yang terbilang mengecewakan, Jude Bellingham menemukan kembali performa terbaiknya. Di bawah komando Jose Mourinho, yang kembali ke Santiago Bernabeu pada musim panas 2026, Bellingham menjelma menjadi pemain yang tak terhentikan.
Musim debut Bellingham di Madrid memang luar biasa, dengan 23 gol dan 13 assist yang membawa Los Blancos meraih gelar ganda. Namun, dua musim berikutnya menjadi masa yang berat. Cedera dan perubahan posisi membuatnya kehilangan sentuhan tajam di depan gawang . Statistik membuktikan penurunannya. Namun, segalanya berubah sejak Mourinho tiba.
Kunci Sukses: Kebebasan dan Peran Nomor 10
Mourinho, yang di kenal dengan pendekatan taktisnya, segera melihat masalah yang membelenggu Bellingham. Dalam wawancara, pelatih asal Portugal itu mengungkapkan bahwa ia tidak senang melihat Bellingham bertahan sebagai “bek kiri kedua”, sebuah taktik yang justru di manfaatkan lawan saat ia masih melatih Benfica .
Kunci kebangkitan Bellingham adalah perubahan peran. Mourinho mengembalikannya ke posisi favorit, yakni sebagai gelandang serang atau nomor 10 di belakang penyerang tunggal, dalam formasi 4-2-3-1 . Bellingham pun merasakan perbedaan besar.
Kebebasan ini langsung membuahkan hasil. Bellingham mencetak gol ke gawang Espanyol dan tampil impresif saat memberikan dua assist untuk Kylian Mbappe dan Vinicius Junior dalam kemenangan atas Real Sociedad . Tak hanya itu, ia juga kembali mencetak gol dalam pertandingan melawan Malaga . Performanya di awal musim ini menjadi bukti bahwa ia mampu kembali menjadi pemain dengan kontribusi gol dan assist yang sangat tinggi .
Hubungan Spesial dengan “The Special One”
Bukan rahasia lagi bahwa Bellingham sangat mengagumi Mourinho. Bahkan sebelum Mourinho kembali ke Madrid, Bellingham pernah mengungkapkan bahwa bermain di bawah asuhan pelatih asal Portugal itu adalah sebuah mimpi .
Mourinho sendiri membalas kekaguman itu dengan kepercayaan penuh. Ia mengakui bahwa Bellingham adalah pemain yang keras pada dirinya sendiri dan orang lain, sebuah sifat yang sangat ia sukai .
Proyek Baru di Madrid
Kebangkitan Bellingham menjadi fondasi penting bagi proyek Mourinho di Madrid. Pelatih asal Portugal itu melakukan perombakan besar-besaran dengan menghadirkan enam pemain anyar, termasuk Bernardo Silva dan Ibrahima Konate, untuk mengembalikan kejayaan Madrid .
Dengan performa apik di awal musim, Bellingham pun optimistis menyambut tantangan Liga Champions yang akan segera bergulir. “Ini sangat penting untuk membangun momentum. Sekarang datang fase sulit dengan dimulainya Liga Champions.