Lintasfakta.info – Chelsea mengalami kekalahan pahit di semifinal Piala Carabao. Dalam pertandingan sengit di Stadion Emirates pada Rabu pagi (4 Februari 2026), mereka kalah agregat dari Arsenal.
Namun, bukan hanya skor akhir yang menimbulkan kehebohan. Pencoretan Reece James dan Pedro Neto dari susunan pemain inti menimbulkan pertanyaan serius.
Pertandingan ini adalah laga hidup-mati dalam perjalanan menuju Wembley. Liam Rosenior akhirnya menjelaskan absennya dua pemain kuncinya.
Manajer tersebut mengkonfirmasi bahwa kedua pemain tiba-tiba mengalami masalah kebugaran. Keputusan untuk tidak memasukkan mereka dalam sebelas pemain inti baru dibuat beberapa detik sebelum kick-off.
Terganjal Rasa Sakit
Rosenior menjelaskan bahwa James dan Neto sangat ingin bermain, tetapi kondisi fisik mereka mencegah mereka untuk melanjutkan.
Keduanya mengalami cedera ringan yang, jika dilihat kembali, terbukti cukup serius. Rasa sakitnya terlalu hebat bagi mereka untuk tetap berada di lapangan.
“Pedro dan Reece mengalami cedera ringan. Mereka terlalu kesakitan untuk bermain malam ini,” kata Rosenior.
Meskipun demikian, Rosenior membela partisipasi kedua pemainnya. Ia menekankan bahwa ketidakhadiran mereka semata-mata karena alasan medis dan bukan karena kurangnya usaha.
“Mereka telah memberikan yang terbaik; mereka selalu siap bermain,” tegasnya.
Rosenior juga memuji profesionalisme kapten dan pemain sayap bintangnya. Ketidakhadiran mereka jelas merupakan pukulan signifikan bagi jadwal pertandingan The Blues.
“Reece adalah kapten dan pemimpin yang luar biasa, dan Pedro adalah pemain dan profesional yang luar biasa,” tambahnya.
Paksa Ubah Taktik
Absennya dua pemain kunci ini berdampak signifikan pada strategi tim. Rosenior terpaksa mengambil risiko taktis dan mengubah formasi dasarnya.
Chelsea memulai pertandingan dengan tiga bek. Rosenior mengakui bahwa perubahan ini merupakan reaksi langsung terhadap ketersediaan pemain.
“Ketersediaan pemain selalu memengaruhi sistem,” jelas Rosenior mengenai penyesuaian taktisnya.
Selain absennya James dan Neto, kelelahan juga memainkan peran penting. Tim Chelsea baru saja menjalani beberapa pertandingan berat yang sangat menguras tenaga mereka, baik secara fisik maupun emosional.
Mereka harus berjuang hingga peluit akhir melawan West Ham dan berada di bawah tekanan dari Napoli. Rosenior mencoba menemukan solusi terbaik di tengah jadwal yang padat.
“Anda mempertimbangkan semua hal ini untuk memberi diri Anda peluang terbaik untuk menang,” katanya.
Tetap Bangga pada Pemain
Meskipun kecewa karena gagal lolos ke final, Rosenior mencari sisi positif. Ia memuji karakter para pemain yang menunjukkan performa kuat, termasuk Estevao Willian dan Cole Palmer.
Estevao bahkan terbang ke Brasil selama dua hari khusus untuk pertandingan ini. Inilah semangat tim yang diharapkan Rosenior, meskipun hasil akhirnya tidak menguntungkan timnya.
“Secara keseluruhan, kami kecewa karena tidak lolos, meskipun kami bermain melawan tim yang sangat bagus,” kata Rosenior.
Chelsea sekarang perlu segera bangkit dan melupakan kekalahan di Piala Domestik. Fokus mereka sekarang langsung tertuju pada pertandingan Liga Premier akhir pekan ini.
“Tetapi kita tidak boleh membiarkan kemunduran ini merusak masa depan kita,” pungkasnya.