Lintasfakta.info – Manchester United menang dramatis 3-2 atas Fulham di Old Trafford. Racikan taktik Michael Carrick dan gol telat Benjamin Sesko jadi kunci kemenangan.
Manchester United harus melalui laga penuh drama sebelum mengamankan kemenangan 3-2 atas Fulham di Old Trafford. Gol penentu kemenangan di cetak Benjamin Sesko pada detik-detik akhir pertandingan.
Momen tersebut kembali memunculkan istilah klasik “Fergie Time” di Theatre of Dreams. Gol telat Sesko memastikan tiga poin krusial bagi Setan Merah.
Sejak awal laga, Manchester United tampil cukup dominan. Casemiro membuka keunggulan pada menit ke-19 lewat penyelesaian rapi di dalam kotak penalti.
Keunggulan United bertambah selepas jeda. Matheus Cunha menggandakan skor melalui rangkaian serangan yang terorganisasi dengan baik.
Namun, Fulham menolak menyerah. Tim tamu meningkatkan intensitas serangan dalam 15 menit terakhir dan mulai menekan pertahanan United.
Tekanan itu berbuah hasil saat Raul Jimenez memperkecil ketertinggalan melalui titik penalti pada menit ke-85. Situasi kian menegangkan ketika Kevin menyamakan skor pada menit ke-91.
Ketika hasil imbang tampak tak terhindarkan, Sesko muncul sebagai penentu. Gol spektakulernya di penghujung laga memastikan kemenangan dramatis bagi Manchester United.
Racikan Taktik Carrick Kembali Berbuah Manis
Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi Michael Carrick sejak di percaya sebagai pelatih interim. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendekatan taktik yang matang.
Carrick terlihat fokus mengeksploitasi sisi kanan pertahanan Fulham. Strategi ini konsisten di jalankan sepanjang pertandingan.
Matheus Cunha menjadi salah satu kunci permainan United. Meski terdaftar bermain di sisi kiri, ia kerap bergerak ke area tengah untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain.
Pola tersebut membuat lini belakang Fulham kesulitan menjaga keseimbangan. Celah yang tercipta di manfaatkan United untuk membangun serangan secara progresif.
Pergerakan Cunha juga membantu Bruno Fernandes dan Bryan Mbeumo menekan garis pertahanan lawan. Pada saat bersamaan, ruang terbuka bagi Luke Shaw dan Amad Di allo di sisi sayap.
Fleksibilitas posisi ini membuat alur serangan Manchester United lebih cair. Fulham pun kesulitan membaca arah serangan yang datang silih berganti.
Setelah Cunha di tarik keluar, Bruno Fernandes mengambil alih peran sebagai pemain yang mengeksploitasi ruang di sisi kanan. Tanggung jawab kreatif pun berpindah ke kapten United tersebut.
Setelah Cunha di tarik keluar, Bruno Fernandes mengambil alih peran sebagai pemain yang mengeksploitasi ruang di sisi kanan. Tanggung jawab kreatif pun berpindah ke kapten United tersebut.