LintasFakta.Info – Film Legenda Kelam Malin Kundang gagal menarik perhatian penonton sejak awal penayangan di bioskop. Film produksi Come and See Pictures sempat memicu ekspektasi tinggi sebagai standar baru genre psychological thriller Indonesia. Namun hasil penayangannya justru tidak sesuai harapan. Jumlah penonton film ini jauh dari target dan tidak mampu menarik massa secara luas.
Kegagalan Film Legenda Kelam Malin Kundang memunculkan berbagai analisis, mulai dari strategi promosi hingga persaingan film lain di bioskop. Berikut lima penyebab utamanya.
Alasan Film Legenda Kelam Malin Kundang Gagal di Bioskop
1. Ekspektasi Besar terhadap Nama Joko Anwar
Banyak penonton datang ke bioskop karena mereka mengira Joko Anwar menyutradarai Film Legenda Kelam Malin Kundang. Faktanya, Joko Anwar hanya bertindak sebagai produser. Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo justru memegang kursi sutradara.
Perbedaan ekspektasi ini membuat sebagian penonton merasa kurang puas sejak awal.
2. Kalah Bersaing dengan Film Blockbuster
Jadwal rilis akhir November 2025 menempatkan Film Legenda Kelam Malin Kundang di tengah persaingan ketat. Pada periode yang sama, bioskop juga menayangkan Agak Laen: Menyala Pantiku! dan Zootopia 2.
Persaingan layar di Cinema XXI dan CGV membuat jam tayang film ini cepat berkurang karena performa hariannya lemah.
3. Jumlah Penonton Sangat Rendah
Data Film Indonesia mencatat Film Legenda Kelam Malin Kundang hanya meraih sekitar 51 ribu penonton. Angka tersebut terlihat kecil jika dibandingkan dengan biaya produksi dan promosi digital yang cukup besar.
Banyak pengamat kemudian menyebut film ini sebagai salah satu box office flop akhir 2025.
4. Alur Cerita Terasa Berat bagi Penonton Umum
Secara visual, Film Legenda Kelam Malin Kundang menampilkan sinematografi gelap yang menarik. Namun banyak penonton mengeluhkan alur paruh kedua yang lambat dan penuh dialog penjelasan.
Pendekatan psikologis yang mendalam tidak selalu cocok bagi penonton yang mengharapkan horor cepat dan penuh kejutan.
5. Muncul Isu Kemiripan dengan Film Luar
Komunitas film sempat membahas kemiripan struktur cerita Film Legenda Kelam Malin Kundang dengan Lost Highway karya David Lynch.
Walaupun sebagian pihak menyebutnya sebagai penghormatan, isu ini tetap memicu komentar negatif dan mengurangi kesan orisinal di mata penonton umum.