Lintasfakta.info – Real Madrid mengalami nasib tragis di babak penyisihan grup Liga Champions pada Kamis pagi (29 Januari 2026). Raksasa Spanyol itu secara mengejutkan tersingkir dari babak play-off Liga Champions setelah dihancurkan 4-2 oleh Benfica.
Ironisnya, kekalahan menyakitkan ini ditimbulkan oleh mantan pelatih mereka sendiri, José Mourinho. Los Blancos benar-benar kalah telak di Lisbon.
Momen paling dramatis terjadi di waktu tambahan babak kedua. Kiper Benfica, Anatoliy Trubin, mencetak gol sundulan sensasional yang mengubah segalanya.
Gol di menit-menit akhir itu berubah menjadi mimpi buruk bagi Kylian Mbappé dan rekan-rekannya. Kualifikasi langsung ke babak 16 besar, yang tampaknya sudah di depan mata, lenyap dalam sekejap.
Gol Ajaib Sang Kiper
Madrid memberikan perlawanan sengit, dengan Kylian Mbappé mencetak dua gol. Namun, kartu merah untuk Raúl Asencio dan Rodrygo mengganggu alur permainan tim tamu.
Bermain dengan sepuluh pemain, pertahanan Madrid akhirnya runtuh. Pada menit ke-98, Trubin dengan berani mencetak gol keempat, menjadikan skor 4-2.
“Kemenangan ini bersejarah dan penting,” kata Mourinho dengan bangga setelah pertandingan.
Pelatih asal Portugal itu tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada sang kiper.
“Kami tahu dia bisa melakukannya. Anda hanya perlu menempatkan bola di posisi yang tepat, tetapi itu adalah gol yang hebat darinya,” tambah Mourinho.
Momen Gila di Lisbon
Bagi Trubin, sundulan itu terasa seperti mimpi. Golnya mengamankan kualifikasi dramatis Benfica ke Liga Champions, finis di posisi ke-24 berkat selisih gol yang lebih unggul.
“Itu momen yang luar biasa. Saya tidak terbiasa mencetak gol,” Trubin mengakui secara terbuka.
Kiper Ukraina itu mengaku sangat terharu dengan golnya.
“Saya baru berusia 24 tahun, dan ini pertama kalinya saya mencetak gol,” lanjutnya.
Terlempar dari Top 8
Kekalahan ini berdampak buruk bagi posisi akhir Real Madrid di liga. Dari posisi ketiga sebelum pertandingan, mereka merosot ke posisi kesembilan.
Los Blancos disalip oleh Sporting Lisbon, yang meraih kemenangan dramatis melawan Athletic Bilbao. Akibatnya, Madrid harus menempuh jalan sulit melalui babak play-off untuk lolos.
Nasib serupa menimpa PSG dan Newcastle United. Hasil imbang 1-1 di Paris mencegah kedua tim yang kuat secara finansial itu lolos langsung ke babak play-off.
“Kami bisa bermain lebih baik, ya, tentu saja. Kami bisa meraih hasil yang lebih baik,” kata pelatih PSG Luis Enrique.
Meskipun demikian, Enrique tetap optimis tentang babak play-off.
“Tetapi setelah menganalisis permainan kami, kami masih berpeluang dan siap untuk pertandingan selanjutnya,” tegasnya.
Kejutan Bodo/Glimt dan Chelsea
Kejutan lain datang dari tim Norwegia Bodø/Glimt dengan penampilan yang meyakinkan. Setelah kemenangan tandang 2-1 yang jelas melawan Atlético Madrid, mereka mengamankan tempat mereka di babak gugur.
Sementara itu, Chelsea menyingkirkan SSC Napoli, yang harus puas dengan peringkat ke-30. Dua gol João Pedro membawa The Blues melakukan comeback gemilang 3-2.
“Dua gol itu fantastis, tetapi kontrol bolanya juga luar biasa,” puji manajer Chelsea Liam Rosenior.
Rosenior sangat senang dengan etos kerja striker barunya.
“Pergerakannya dan tekanannya menunjukkan bahwa semakin keras Anda bekerja, semakin baik Anda sebagai pemain. Saya sangat senang memiliki João di tim kami,” pungkasnya.