Lintasfakta.info – Kebangkitan Manchester United di bawah Michael Carrick tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga membawa sosok kunci di balik layar ke sorotan, yang kini berada di bawah pengawasan.
Sosok itu adalah Steve Holland, asisten pelatih yang dikenal karena ketangguhannya, sikapnya yang tenang, dan bahkan reputasinya yang dianggap “arogan,” namun ia telah terbukti menjadi faktor penting dalam kesuksesan awal Carrick sebagai manajer interim.
Kemenangan beruntun melawan Manchester City dan Arsenal dalam seminggu membuat banyak penggemar Setan Merah terkejut.
Carrick praktis tanpa cela sejak kembali memimpin tim utama, meskipun masa jabatannya di pastikan akan singkat. Ia hanya akan memiliki 15 pertandingan sebelum dewan INEOS berencana untuk menunjuk pelatih kepala permanen musim panas mendatang.
Setelah pemecatan Ruben Amorim, seluruh staf pelatih yang telah lama bertugas juga di berhentikan dari tugas mereka. Situasi ini memaksa Carrick untuk membangun kembali tim pelatihnya dari nol. Keputusan itu awalnya dianggap berisiko, tetapi sejauh ini terbukti berhasil.
Keras tapi Berdampak Nyata
Pengangkatan Steve Holland sebagai asisten pelatih awalnya menimbulkan beberapa kejutan. Carrick dan Holland belum pernah bekerja sama sebelumnya. Namun, pengaruh Holland langsung terlihat, terutama dalam organisasi pertahanan Manchester United.
Struktur pertahanan United yang lebih baik terlihat jelas dalam kemenangan 3-2 mereka melawan Arsenal. Kedisiplinan lini belakang dan koordinasi para pemain merupakan perbedaan penting di bandingkan era sebelumnya.
Jurnalis Mark Ogden mengungkapkan sisi lain Holland dalam podcast “The Football Reporters”, sisi yang mungkin tidak di sukai banyak pemain tetapi efektif di lapangan.
“Dia bukan manajer yang populer. Dia bisa keras, dingin, dan terkadang arogan,” kata Ogden. “Tapi dia memiliki rekam jejak. Dia pernah bekerja di Chelsea bersama José Mourinho dan Carlo Ancelotti. Dia juga merupakan bagian dari era sukses tim nasional Inggris.”
Menurut Ogden, Holland menikmati tingkat kredibilitas yang jarang di temukan di antara staf pelatih Manchester United dalam beberapa tahun terakhir, bahkan sejak zaman René Meulensteen atau Carlos Queiroz.
Menutupi Kekurangan Pengalaman Carrick
Salah satu alasan Carrick tidak di anggap cocok untuk posisi pelatih kepala adalah kurangnya pengalamannya di level tertinggi. Meskipun pria berusia 44 tahun ini pernah menjadi bagian dari staf pelatih José Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer dan kemudian melatih Middlesbrough selama tiga tahun, pengalamannya sebagai pelatih tingkat atas masih di ragukan.
Di sinilah Holland berperan. Ia membawa perspektif dan standar kerja dari para pelatih kelas dunia yang pernah bekerja dengannya. Kombinasi antara sikap tenang dan tegas Carrick dan ketegasan Holland menciptakan keseimbangan di ruang ganti.
Kapten tim Harry Maguire bahkan secara terbuka memuji kontribusi Holland dalam meningkatkan pertahanan. United sekarang bermain lebih kompak, defensif, dan bertanggung jawab ketika kehilangan penguasaan bola.
Jika Carrick akhirnya mengambil alih sebagai pelatih kepala Manchester United, satu hal tampaknya pasti: mempertahankan Steve Holland di Old Trafford bisa menjadi keputusan terpenting untuk stabilitas dan arah strategis tim.