AC Milan yang Tampil Mengecewakan di Markas Roma Roma vs Milan berakhir 1-1 di Liga Italia 2025-2026. Lima pemain AC Milan tampil di bawah performa terbaik dan memengaruhi hasil laga.

Lintasfakta.info – Laga Roma vs Milan pada pekan ke-22 Liga Italia 2025-2026 berakhir tanpa pemenang di Olimpico. Laga yang digelar Senin, 26 Januari 2026, pukul 02.45 WIB itu tuntas dengan skor 1-1. AC Milan harus puas dengan hanya satu poin.
Milan sempat memimpin lebih dulu lewat gol Koni De Winter pada menit ke-62. AS Roma menyamakan kedudukan melalui penalti Lorenzo Pellegrini pada menit ke-74.
Hasil tersebut membuat Milan gagal membawa pulang tiga poin dari markas Roma. Beberapa pemain Rossoneri tampil di bawah ekspektasi dan berpengaruh terhadap jalannya pertandingan.
Lini Belakang dan Sayap yang Kurang Stabil
Dalam laga Roma vs Milan, Matteo Gabbia mengalami kesulitan mengontrol pergerakan penyerang lawan sepanjang laga. Sebagai pemimpin di lini belakang, ia kerap kehilangan posisi sehingga Roma mendapat ruang berbahaya.
Alexis Saelemaekers juga menjalani malam yang sulit di Olimpico. Kesalahan-kesalahan elementer membuat alur serangan Milan sering terputus sebelum memasuki area pertahanan Roma.
Davide Bartesaghi sebenarnya menunjukkan keberanian dalam membantu serangan. Namun, kesalahan membaca situasi sebelum insiden handball menjadi titik krusial yang merugikan timnya.
Kondisi ini membuat laga Roma vs Milan berjalan dengan tekanan tinggi di sektor pertahanan Milan. Koordinasi antarpemain belum terlihat solid saat Roma meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua.
Penyerang yang Kehilangan Efektivitas
Christopher Nkunku kurang menyatu dengan rekan setimnya sepanjang pertandingan. Pergerakan tanpa bola yang tidak sinkron membuat peluang yang tercipta gagal berkembang menjadi ancaman nyata.
Rafael Leao juga tampil jauh dari performa terbaiknya. Ia lebih sering menghentikan laju serangan dan mengalirkan bola ke belakang dibanding menusuk pertahanan lawan.
Kombinasi permainan yang tidak efektif ini membuat laga Roma vs Milan kehilangan ketajaman dari sisi Milan. Rossoneri kesulitan mempertahankan keunggulan karena minim tekanan berkelanjutan ke lini belakang Roma.
Secara keseluruhan, hasil imbang ini memperlihatkan bahwa Milan masih memiliki pekerjaan rumah besar. Konsistensi permainan para pemain kunci menjadi faktor penting agar hasil serupa tidak terulang pada laga-laga berikutnya.