Omar Marmoush menjadi solusi Manchester City saat Erling Haaland absen atau tumpul. Golnya ke gawang Wolves menegaskan opsi penting Guardiola.

LintasFakta.info — Manchester City menemukan jalan keluar di tengah musim yang menuntut rotasi dan adaptasi. Ketika Erling Haaland tak bisa bermain atau performanya menurun, The Citizens bisa berharap banyak pada Omar Marmoush.
Jawaban itu datang dari sosok Omar Marmoush. Penyerang asal Mesir tersebut tampil menentukan saat Manchester City mengalahkan Wolves 2–0 pada pekan ke-23 Premier League di Stadion Etihad, Sabtu (24/1) malam WIB.
Kemenangan itu terasa penting bukan hanya karena tambahan tiga poin, tetapi juga karena konteksnya. City sedang mengalami penurunan performa akibat kelelahan, sementara persaingan gelar Premier League kian ketat.
Di momen inilah Marmoush kembali mengingatkan nilai strategisnya. Setelah absen cukup lama karena membela Mesir di Piala Afrika 2025, ia langsung mencetak gol dan memberi Guardiola opsi nyata di lini depan.
Marmoush, Opsi Nyata Saat Haaland Tak Optimal

Pep Guardiola melakukan langkah berani dengan mencadangkan Erling Haaland dan Phil Foden. Dua pemain kunci itu dinilai membutuhkan istirahat setelah performa tim menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Melawan Wolves yang berada di papan bawah, City tetap tampil efektif meski tanpa mesin gol utama mereka sejak awal laga.
Marmoush, yang masuk menggantikan Haaland, menjawab kepercayaan itu dengan performa impresif. Penyerang berusia 26 tahun tersebut mencetak gol pertamanya di Premier League musim ini dan menjadi pembeda dalam laga yang awalnya berjalan ketat.
Gol itu juga menjadi sinyal bahwa City tidak sepenuhnya bergantung pada Haaland. Marmoush menawarkan profil berbeda: lebih dinamis, agresif dalam transisi, dan aktif membuka ruang di lini depan.
Penilaian Guardiola dan Peran Marmoush ke Depan

Guardiola tak ragu memuji kontribusi Marmoush, bahkan merujuk dampak signifikan sang pemain sejak pertama kali bergabung. Bagi pelatih asal Spanyol itu, Marmoush bukan sekadar pelapis.
“Musim lalu ketika dia datang, dia luar biasa selama dua atau tiga bulan. Tanpa dia, mustahil untuk lolos ke Liga Champions atau mencapai final Piala FA,” kata Guardiola dikutip dari BBC Sport.
Guardiola menekankan bahwa Marmoush masih berada dalam fase ideal perkembangan. Kombinasi pengalaman dan energi membuatnya relevan untuk kebutuhan City di level tertinggi.
“Dia pemain spesial, tidak tua, tidak muda, tetapi masih memiliki ruang untuk berkembang dan naluri mencetak gol [dengan] energi dinamis dalam pergerakannya, yang sangat bagus,” sambung Pep Guardiola.