LintasFakta.info – OpenAI resmi memperkenalkan ChatGPT Health, fitur baru berfungsi sebagai ruang khusus bagi pengguna untuk melakukan percakapan ataupun berkonsultasi dengan ChatGPT seputar kesehatan dan kebugaran.
Peluncuran fitur baru ChatGPT ini di ambil setelah OpenAI mencatat lebih dari 230 juta pengguna setiap pekan mengajukan pertanyaan terkait kesehatan. Melalui fitur ini, OpenAI ingin menghadirkan pengalaman percakapan lebih aman, terorganisir, dan relevan bagi pengguna.
Meskipun sistem perawatan kesehatan memiliki kekurangannya, penggunaan chatbot AI untuk nasihat medis menciptakan serangkaian tantangan baru. Model bahasa besar (LLM) seperti ChatGPT dengan memprediksi respons paling mungkin terhadap perntah, bukan jawaban paling tepat, karena LLM tidak memiliki konsep tentang apa benar atau salah. model AI juga rentan terhadap halusinasi.
🏥 OpenAI & Ambisi di Bidang Kesehatan
OpenAI secara terbuka telah menyatakan minatnya untuk masuk ke industri kesehatan. Ini terlihat dari:
- Perekrutan Tim Khusus: OpenAI merekrut tim peneliti dan insinyur berpengalaman di bidang kesehatan untuk menjelajahi aplikasi AI klinis.
- Kemitraan Strategis: Mereka di kabarkan melakukan pembicaraan dengan organisasi kesehatan terkemuka, seperti Mayo Clinic.
🔍 Kemungkinan Maksud dari “ChatGPT Health”
- Versi Khusus untuk Tenaga Medis: Asisten AI yang membantu dokter dalam menulis catatan medis, merangkum riwayat pasien, atau mencari jurnal kedokteran.
- Asisten Kesehatan Personal: Chatbot yang memberikan informasi kesehatan umum, mengingatkan minum obat, atau membantu memahami di agnosa dokter (dengan catatan: bukan untuk menggantikan saran medis profesional).
- Platform untuk Penelitian: Alat untuk peneliti dalam menganalisis data medis anonym atau mempercepat literatur review.
⚠️ Penting Di ingat (Kekhawatiran & Tantangan)
Langkah OpenAI ke dunia kesehatan akan menghadapi tantangan besar:
- Privasi Data (HIPAA/Kebijakan Data Kesehatan): Data pasien adalah data paling sensitif. OpenAI harus memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi seperti HIPAA di AS.
- Akurasi & Keamanan (Patient Safety): Kesalahan AI dalam konteks medis dapat berakibat fatal. Model harus memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi dan sistem pengawasan ketat.
- Regulasi yang Ketat: Produk AI kesehatan biasanya memerlukan izin dari badan pengawas seperti FDA (AS) atau BPOM (Indonesia).
Saat ini, “ChatGPT Health” lebih tepat disebut sebagai arah strategis dan ambisi OpenAI, bukan sebagai produk yang telah di luncurkan. Perkembangan di bidang ini sangat dinamis, jadi memantau sumber resmi adalah cara terbaik untuk mendapatkan informasi yang akurat.