Liam Rosenior mempertahankan Calum McFarlane dalam jajaran staf pelatih utama Chelsea, setelah performanya sebagai pelatih sementara di nilai cukup meyakinkan.
Chelsea mulai merapikan struktur kepelatihan mereka jelang era baru di bawah komando Liam Rosenior. Salah satu keputusan awal yang di ambil manajer anyar The Blues adalah mempertahankan Calum McFarlane dalam jajaran staf pelatih utama, setelah performanya sebagai pelatih sementara di nilai cukup meyakinkan.
McFarlane, 37 tahun, di percaya memimpin Chelsea dalam dua pertandingan terakhir menyusul pemecatan Enzo Maresca pada Hari Tahun Baru.
Dalam periode singkat tersebut, ia mengantar The Blues menahan imbang Manchester City 1-1 di Etihad Stadium, sebelum kalah tipis 1-2 dari Fulham di Stamford Bridge, Rabu (waktu setempat).
Meski hanya meraih satu poin dari dua laga, kinerja McFarlane rupanya memberi kesan positif bagi Rosenior. Pelatih anyar Chelsea itu memutuskan untuk memasukkan McFarlane ke dalam staf kepelatihannya, alih-alih mengembalikannya ke tim U-21 yang sebelumnya ia tangani.
Perkembangan McFarlane
Rosenior sendiri menyaksikan langsung kekalahan Chelsea dari Fulham dari tribun penonton. Ia terlihat berdiskusi intens dengan salah satu pemilik klub, Behdad Eghbali, terutama setelah Chelsea harus bermain dengan 10 orang usai Marc Cucurella menerima kartu merah. Pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi Rosenior sebelum resmi mengambil alih tim.
Keputusan mempertahankan McFarlane juga membuka peluang besar bagi perkembangan karier kepelatihan sang pelatih. Meski tidak memiliki latar belakang sebagai pemain profesional, McFarlane di kenal berpengalaman di level akademi.
McFarlane pernah bekerja di akademi Manchester City dan Southampton, sebelum bergabung dengan Chelsea pada musim panas lalu sebagai pelatih tim U-21. Selain itu, ia juga menangani tim U-19 Chelsea di ajang UEFA Youth League.
McFarlane pun mengungkapkan kesan positifnya terhadap Rosenior. Ia menjelaskan alasan mengapa pelatih asal Inggris itu memilih tidak ikut campur secara langsung dalam laga melawan Fulham.
“Karena dia datang cukup terlambat, semua persiapan sudah kami lakukan. Jadi dia menyerahkannya kepada kami,” ujar McFarlane.
>“Selain memberi semangat dan pujian atas pekerjaan yang kami lakukan, dia tidak banyak bicara. Kami di beri kebebasan penuh untuk memilih tim dan menentukan taktik.”