Lintasfakta.info – Arsenal satu posisi yang di yakini paling kejam persaingannya di Arsenal adalah sektor sayap kanan, area yang selama ini menjadi milik Bukayo Saka.
Persaingan merebut menit bermain di Arsenal bukan perkara mudah. Namun, satu posisi yang di yakini paling “kejam” persaingannya adalah sektor sayap kanan, area yang selama ini menjadi milik Bukayo Saka.
Sejak Mikel Arteta di tunjuk sebagai manajer lebih dari enam tahun lalu, Saka menjadi pemain yang paling sering tampil berseragam The Gunners. Catatan itu menegaskan betapa vital perannya, sekaligus menggambarkan betapa beratnya tantangan bagi siapa pun yang ingin menggesernya. Situasi ini bahkan di analogikan seperti para penyerang yang dulu harus bersaing dengan Harry Kane di Tottenham Hotspur.
Di tengah dominasi Saka, nama Noni Madueke muncul sebagai penantang serius. Winger berusia 23 tahun itu kini harus bersaing langsung dengan Saka, baik di level klub maupun tim nasional Inggris. Uniknya, rivalitas tersebut di balut hubungan pertemanan yang sangat erat.
Madueke dan Saka telah saling mengenal sejak usia belia, berawal dari masa akademi. Kedekatan mereka tak hanya terjalin di atas lapangan, tetapi juga di luar lapangan, termasuk hubungan baik antar keluarga. Meski demikian, Madueke menegaskan bahwa persahabatan itu tidak akan mengganggu profesionalisme.
Cerita Kedekatan Saka dan Madueke
Justru sebaliknya, Madueke percaya kedekatan mereka menjadi bahan bakar positif untuk saling mendorong performa. Ia menilai tekanan untuk tampil maksimal adalah hal yang sehat, terutama di dalam tim yang di huni banyak pemain top.
“Kami sering membicarakan soal ini. Kami sangat dekat di luar lapangan, dan justru tekanan untuk tampil bagus itu baik untuk kami berdua,” ujar Madueke. “Di tim ini tidak ada ruang untuk menurunkan standar. Semua saling mengingatkan dan itu penting jika ingin menjadi tim spesial.”
Mad
ueke membuktikan kesiapannya saat Arsenal meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bournemouth akhir pekan lalu. Meski sorotan utama tertuju pada Declan Rice yang mencetak dua gol, kontribusi Madueke juga krusial. Ia berperan dalam proses gol pembuka Arsenal lewat aksi individunya yang merepotkan lini belakang lawan.
Kepindahan Madueke dari Chelsea dengan nilai transfer sekitar £48 juta sempat memunculkan tanda tanya. Namun, Arsenal menilai sang winger memiliki kualitas unik, terutama keberanian dalam duel satu lawan satu. Penampilan melawan Bournemouth seolah membenarkan keyakinan tim rekrutmen The Gunners.