Lintasfakta.info – Rating film horor Hitmaker Studios menarik perhatian pecinta film horor Indonesia. Rocky Soraya mendirikan Hitmaker Studios pada 1 Juli 2012 di bawah naungan PT Studio Film Sukses. Sejak awal berdiri, rumah produksi ini telah memproduksi lebih dari 20 film horor yang berhasil menarik jutaan penonton bioskop.
Namun, tidak semua film horor Hitmaker Studios mampu memberikan pengalaman menonton yang maksimal bagi semua penonton. Oleh karena itu, daftar rating film horor Hitmaker Studios ini dapat menjadi referensi sebelum menentukan pilihan tontonan.
Berikut rangkuman rating film Horor Hitmaker Studios dari yang terbaik hingga yang terburuk menurut Lintas Fakta.
6 Film Hitmaker Studios Terburuk
1. Rego Nyowo (2025)

Rating: 0,5 / 10
Tidak ada hal yang layak diapresiasi dari film ini, mulai dari akting, alur cerita, hingga poster film dibuat dengan hasil yang mengecewakan para penggemar film film yang di dirikan oleh Rocky Soraya. Begitu juga Visual effect yang seharusnya menghadirkan kesan menyeramkan justru terasa lucu. Film ini menghadirkan nuansa horor daerah tanpa konsep yang matang.
Pada Juli 2025, Hitmaker Studios merilis Rego Nyowo dan film ini mencatatkan jumlah penonton terendah, milik Hitmaker hanya sekitar 260 ribu penonton dalam masa tayang kurang dari 30 hari.
2. Panggonan Wingit 2 (2024)

Rating: 1,5 / 10
Film ini terasa minim ide dan terlalu menjiplak film pertamanya. Perbedaannya hanya pada lokasi dan pemain. Jika film pertama berlatar hotel, sekuelnya menggunakan apartemen sebagai latar utama. Terlihat jelas Hitmaker sedang kehabisan konsep.
3. Rumah Kentang 2 (2019)

Rating: 2 / 10
Film pertama sudah cukup baik, namun sekuelnya justru mengecewakan. Penyutradaraan Rizal Mantovani terasa terlalu mendramatisasi situasi, sehingga nuansa horornya berkurang.
4. Indigo (2023)

Rating: 3 / 10
Alur cerita standar seperti film horor pada umumnya. Satu-satunya daya tarik film ini adalah kehadiran Sara Wijayanto, namun selain itu tidak ada keistimewaan yang menonjol.
5. Santet Segoro Pitu (2024)

Rating: 3 / 10
Film horor bertema santet dengan visual gore berlebihan. Sayangnya, konsepnya tidak menawarkan hal baru dan terasa sama seperti tren film santet lainnya.
6. The Doll 3 (2022)

Rating: 4,5 / 10
Secara CGI dan visual, film ini tampil cukup baik. Karakter bonekanya memang mengingatkan pada Chucky, tetapi tetap terasa lebih segar dibandingkan dua film sebelumnya. Namun, penggunaan kembali formula plot twist lama menghilangkan efek kejutan dan membuat cerita terasa hambar.
6 Film Hitmaker Studios Kategori Menengah
(Tidak terlalu buruk, tapi juga tidak istimewa)
1. Rumah Gurita (2014)

Rating: 5 / 10
Film ini memiliki modal produksi yang cukup, terutama pemilihan rumah mewah sebagai latar. Sayangnya, ceritanya membosankan dan banyak kesalahan kecil. Meski begitu, film ini masih bisa dinikmati.
2. The Doll (2016)

Rating: 5 / 10
Film terakhir Shandy Aulia di Hitmaker. Ceritanya cukup menarik, namun jelas terpengaruh popularitas film Annabelle. Plot twist menjadi daya tarik utama, meski formula ini terus diulang di sekuelnya.
3. Mata Batin (2017)

Rating: 6 / 10
Film ini cukup seru dan layak ditonton. Konsepnya mirip Insidious, di mana tokoh utama masuk ke dunia arwah. Meski terinspirasi film luar, Mata Batin tetap tergolong film horor yang bagus.
4. Mall Klender (2014)

Rating: 6,5 / 10
Terinspirasi dari tragedi kebakaran Mall Klender 1998. Film ini cukup ramai diperbincangkan saat rilis karena plot twist ending yang tak terduga serta soundtrack yang kuat.
5. Tarot (2015)

Rating: 7 / 10
Salah satu film Indonesia pertama yang mengangkat tarot sebagai unsur utama. Sayangnya, tarot tidak dibahas secara mendalam. Meski begitu, alur cerita film ini tetap menarik untuk diikuti.
6. Panggonan Wingit (2023)

Rating: 7,5 / 10
Film ini mencatatkan 1,9 juta penonton dan memimpin daftar film terlaris Hitmaker. Meski ada beberapa adegan membosankan, film ini tetap layak mendapat rating tinggi.
6 Film Hitmaker Studios Terbaik
1. Sumala (2024)

Rating: 7,5 / 10
Film horor dengan budget besar dan unsur gore yang kuat. Meski diangkat dari thread viral, Sumala cocok bagi penonton yang menyukai horor sadis.
2. Mata Batin 2 (2019)

Rating: 8 / 10
Sekuel yang lebih mencekam dari film pertamanya. Cerita tidak membosankan dan visual hantu cukup solid. Sayangnya, beberapa adegan terasa kurang digarap maksimal.
3. The Doll 2 (2017)

Rating: 8,5 / 10
Jauh lebih baik dari film pertama. Unsur gore menjadi keunggulan utama, meski plot twist masih menggunakan formula lama.
4. Rumah Kentang (2012)

Rating: 9 / 10
Film pertama Hitmaker yang mengangkat urban legend Bandung. Menjadi comeback Shandy Aulia setelah vakum hampir 7 tahun. film yang mengisahkan urban legend tentang rumah horor di bandung ini wajib menjadi film yang harus kamu tonton
5. Sabrina (2018)

Rating: 9,5 / 10
Spin-off dari The Doll 2 yang sukses besar dengan lebih dari 1 juta penonton. Karakter iblisnya cukup menyeramkan dan atmosfer horornya kuat.
6. 308 (2013)

Rating: 10 / 10
Film terbaik Hitmaker Studios. film yang tayang 2013 ini Film kedua dari Hitmaker serta film horor kedua juga untuk Shandy Aulia sebagai pemeran utama nya, Meskipun sempat menjadi kontroversi dan sempat berganti judul dari SAMUDERA HOTEL menjadi 308 dikarenakan pemilik hotel tidak ingin hotel nya di berikan kesan horor dan angker, tak berhenti disitu film 308 juga terpilih untuk tayang di festival horor Amerika Serikat, Screamfest, yang membuka jalan untuk remake versi AS. Meskipun sampai tahun 2025 ini belum ada kabar resmi kembali apakah remake tersebut benar di buat tapi film yang menceritakan tentang kamar Nyi Roro Kidul penguasa Laut Pantai Selatan tersebut, menjadi film horor terbaik milik Hitmaker studio.
KESIMPULAN
Selain itu, Hitmaker Studios terus mencoba berbagai pendekatan cerita untuk mengikuti tren film horor Indonesia. Upaya ini menunjukkan keinginan mereka untuk tetap relevan di tengah persaingan industri film.
Secara keseluruhan, daftar rating film horor Hitmaker Studios ini memberikan gambaran kualitas film dari masa ke masa dan membantu penonton menentukan pilihan tontonan. Kembali lagi daftar diatas menurut rangkuman versi LintasFakta kembali lagi kepada pembaca untuk menentukan nilai nya masing masing karena pengelaman penonton orang biasanya berbeda beda.