Real Madrid batal mengejar bek Liverpool Ibrahima Konate setelah laporan Juni Calafat menilai ada risiko performa dan konsistensi.

LintasFakta.info — Real Madrid sempat berada di ambang kesepakatan untuk merekrut bek Liverpool, Ibrahima Konate, pada bursa transfer terbaru. Dalam periode itu, Los Blancos melihat peluang besar karena kontrak sang pemain mendekati akhir dan ketertarikannya ke Santiago Bernabeu cukup kuat.
Situasi tersebut memberi gambaran bahwa langkah klub ibu kota Spanyol itu akan berjalan mulus. Namun, proses akhirnya berhenti total setelah evaluasi internal yang menentukan arah kebijakan rekrutmen.
Keputusan tersebut tidak lahir dari pertimbangan singkat. Ada laporan teknis mendalam yang mengubah pandangan klub terhadap profil sang bek.
Peran Kunci Juni Calafat di Balik Keputusan Real Madrid

Juni Calafat memegang peranan penting dalam proses ini sebagai kepala pemandu bakat Real Madrid. Reputasinya terbentuk lewat keberhasilan menemukan Federico Valverde, Raphael Varane, dan Vinicius Junior pada fase awal karier mereka.
Dalam laporan akhir terkait Konate, Calafat menyajikan penilaian yang berbeda dari ekspektasi awal. Ia mengakui keunggulan fisik sang pemain, tetapi menilai konsistensi dan fokusnya masih bermasalah.
Catatan tersebut menyertakan risiko kesalahan fatal yang berpotensi merugikan tim. Istilah “kesalahan serius” dalam laporan itu di nilai tidak sejalan dengan standar klub.
Rekomendasi itu kemudian di teruskan kepada jajaran pengambil keputusan. Akan tetapi, laporan tersebut cukup kuat untuk mengubah arah strategi klub secara keseluruhan.
Dampak pada Strategi Transfer Real Madrid

Setelah laporan di serahkan, manajemen Real Madrid memilih menghentikan pendekatan terhadap Konate. Keputusan ini juga mendapat persetujuan dari presiden Florentino Perez setelah mempertimbangkan risiko jangka panjang.
Langkah mundur tersebut terjadi di tengah kegagalan klub mengamankan target bek lain. Los Blancos sebelumnya juga tidak berhasil menyelesaikan negosiasi dengan Marc Guehi dan Dayot Upamecano meski proses berjalan cukup lama.
Kondisi ini memaksa klub melakukan evaluasi ulang terhadap pendekatan di pasar pemain bebas transfer. Namun, manajemen menilai ada indikasi beberapa pemain memanfaatkan ketertarikan klub untuk meningkatkan posisi tawar mereka.
Sebagai respons, kebijakan transfer kini d ibuat lebih ketat dan selektif. Fokus di arahkan pada profil yang benar-benar sesuai kebutuhan teknis dan mentalitas tim, memastikan setiap rekrutan memberi dampak nyata, bukan sekadar peluang ekonomis.