Dua pemain kunci yang tampil sejak awal dalam kemenangan 3-1 atas Estonia akhir pekan kemarin di pastikan absen
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5340218/original/036915200_1757155439-italia.jpg)
Timnas Italia bersiap melanjutkan perjalanan mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa dengan menjamu Timnas Israel di Stadio Friuli, Udine, Rabu (15/10/2025) pukul 01.45 WIB. Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Azzurri untuk menjaga momentum kemenangan sekaligus memangkas jarak dari Norwegia di puncak klasemen Grup I.
Setelah sempat tersandung di laga pembuka, Italia bangkit dengan empat kemenangan beruntun. Mereka kini mengantongi 12 poin dari lima pertandingan, tertinggal enam angka di posisi kedua. Kemenangan atas Israel akan membuat mereka berjarak tiga poin dari Norwegia di puncak.
Namun, Gennaro Gattuso menghadapi tantangan baru jelang laga ini. Dua pemain kunci yang tampil sejak awal dalam kemenangan 3-1 atas Estonia akhir pekan kemarin di pastikan absen. Absennya Moise Kean dan Alessandro Bastoni membuat sang pelatih harus memutar otak dalam menentukan formasi dan komposisi pemain.
Gattuso di kabarkan akan tetap mempertahankan duet penyerang di lini depan, tetapi perubahan sistem permainan menjadi hal yang tak terhindarkan. Pergeseran dari formasi 4-4-2 ke 3-5-2 di yakini menjadi opsi paling realistis melihat situasi skuad saat ini.
Tantangan Gattuso
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5378183/original/020830200_1760215893-Italy_s_Moise_Kean.jpg)
Moise Kean menjadi salah satu bintang kemenangan Italia atas Estonia dengan mencetak gol cepat di menit keempat. Akan tetapi, penyerang Fiorentina itu harus di tarik keluar lebih awal karena cedera dan kini telah kembali ke klubnya untuk pemulihan. Sementara itu, Bastoni harus absen karena akumulasi kartu kuning dan menjalani skorsing satu pertandingan.
Kedua absensi tersebut memberi dampak signifikan bagi keseimbangan tim. Kean memberikan warna dan agresivitas di lini depan, sedangkan Bastoni adalah pilar di jantung pertahanan. Tanpa keduanya, Gattuso di tuntut untuk menemukan solusi yang tetap menjaga karakter permainan agresif Italia.
Menurut laporan Tuttosport dan Eurosport, Francesco Pio Esposito di prediksi akan menjadi pengganti Kean di lini depan. Di lini belakang, Gianluca Mancini kabarnya lebih berpeluang mengisi posisi Bastoni ketimbang Matteo Gabbia. Kombinasi pengalaman dan determinasi Mancini di anggap sesuai dengan kebutuhan pertahanan Italia dalam laga penting ini.
Eksperimen Formasi dan Peluang Pemain Baru
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5342229/original/094350400_1757387172-AP25252019436639.jpg)
Formasi 3-5-2 menjadi wacana kuat yang tengah di pertimbangkan Gattuso. Jika formasi ini benar di terapkan, maka Giacomo Raspadori dan Riccardo Orsolini kemungkinan akan keluar dari susunan starter. Sebagai gantinya, posisi tengah akan di perkuat oleh gelandang bertipe bertahan seperti Bryan Cristante atau Manuel Locatelli.
Di sektor sayap, kehadiran wing-back alami seperti Andrea Cambiaso atau Leonardo Spinazzola bisa memberi keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Gattuso di kenal fleksibel dalam menyesuaikan strategi dengan kondisi skuadnya, dan laga kontra Israel ini menjadi ajang untuk menguji adaptabilitas tim.
Italia masih punya dua laga tersisa di Grup I setelah menghadapi Israel, yakni melawat ke Moldova dan menjamu Norwegia pada November mendatang. Konsistensi dalam setiap pertandingan akan menjadi kunci bagi Azzurri dalam perjuangan menuju Piala Dunia 2026.
Gattuso tampaknya memahami hal itu dengan baik. Dengan sumber daya yang berkurang, ia berupaya menjaga keseimbangan antara hasil dan performa. Eksperimen taktik kali ini bisa menjadi momentum bagi beberapa pemain untuk membuktikan diri—sekaligus menjadi gambaran arah baru Italia di bawah komandonya.
Sumber: Football Italia