LintasFakta.info – Klub yang Belum Menang hingga Pekan Ke-4 Europa League Europa League 2025/2026 kembali menghadirkan banyak kejutan di awal fase liga. Beberapa tim unggulan tampil mengecewakan karena gagal memanfaatkan peluang di empat pertandingan pertama. Persaingan yang ketat membuat klub-klub yang belum menang kini harus berjuang ekstra keras agar tetap punya harapan lolos.
1. FC Utrecht menjadi satu-satunya klub Belanda yang belum menang hingga pekan ke-4
Klub yang Belum Menang hingga Pekan Ke-4 Europa League FC Utrecht menjadi satu-satunya wakil Belanda yang belum meraih kemenangan hingga pekan ke-4. Tim ini membuka perjalanan dengan kekalahan tipis 0-1 dari Olympique Lyon, lalu tumbang lagi 0-1 saat melawan Brann. Performa mereka belum membaik setelah kalah 0-2 dari SC Freiburg dan hanya bermain imbang 1-1 melawan FC Porto pada pekan keempat.
Masalah utama Utrecht terlihat dari lini depan yang kesulitan menuntaskan setiap peluang menjadi gol. Mereka sudah melepaskan total 41 tembakan, namun hanya sembilan yang tepat sasaran dengan satu berujung gol. Sementara di lini belakang, Utrecht selalu kebobolan dalam empat pertandingan awal yang mereka jalani di Europa League 2025/2026.
2. Malmö FF tercatat sudah kebobolan sebanyak tujuh kali dalam empat pertandingan
Malmö FF juga menjalani awal yang berat di Europa League. Klub asal Swedia ini kalah 1-2 dari Ludogorets di laga pertama dan dibantai 0-3 oleh Viktoria Plzen di pertandingan berikutnya. Harapan muncul setelah mereka menahan imbang Dinamo Zagreb 1-1, tapi kekalahan 0-1 dari Panathinaikos kembali membuat langkah mereka tersendat.
Malmö sebenarnya tampil cukup berani dengan permainan menyerang, namun mereka sering kehilangan fokus di pertahanan. Dari empat pertandingan, Malmö sudah kebobolan tujuh gol. Laga melawan Panathinaikos bahkan menunjukkan bagaimana mereka kalah karena satu kesalahan di menit akhir. Mereka kehilangan fokus dan kebobolan pada menit ke-85 pada pertandingan tersebut.
3. Maccabi Tel Aviv kalah 0-2 dari Aston Villa pada pekan ke-4 kemarin
Maccabi Tel Aviv membuka perjalanan grup dengan hasil imbang 0-0 melawan PAOK. Sayangnya, setelah itu, performa mereka menurun drastis dengan kekalahan 1-3 dari Dinamo Zagreb dan 0-3 dari FC Midtjylland. Laga terakhir di markas Aston Villa juga berakhir buruk dengan kekalahan 0-2.
Maccabi terlihat masih kesulitan untuk menandingi tim dengan tempo permainan tinggi. Dalam empat laga, mereka hanya mampu mencetak satu gol. Mereka bahkan hanya mampu menguasai bola kurang dari 47 persen dari empat pertandingan awal di Europa League 2025/2026. Statistik ini menunjukkan bahwa klub asal Israel ini hanya mengandalkan serangan balik melawan tim-tim Eropa di kasta tertinggi kedua di Eropa ini.
4. OGC Nice selalu menderita kekalahan dari empat laga awal di UEL 2022026
OGC Nice mencatat empat kekalahan beruntun sejak pekan pertama fase liga Europa League 2025/2026. Mereka kalah 1-2 dari AS Roma, lalu kembali tumbang 1-2 dari Fenerbahce. Kekalahan berlanjut saat mereka takluk 1-2 di kandang Celta Vigo dan dipermalukan 1-3 oleh SC Freiburg di laga keempat.
Lini pertahanan yang terlalu mudah ditembus menjadi permasalahan utama bagi OGC Nice. Dari empat laga, mereka sudah kebobolan sembilan gol. Kelemahan di lini belakang ini menjadi alasan utama mengapa tim asal Prancis itu belum mampu mencetak satu pun kemenangan. Padahal lini depan berkerja cukup baik dengan sudah membuat empat gol dari empat pertandingan.