Lintasfakta.info – Manchester City menolak menyerah dalam perebutan gelar Liga Premier. Di Anfield, stadion yang sarat dengan rasa rindu selama beberapa dekade, tim asuhan Pep Guardiola kembali dengan kemenangan dramatis dan emosional 2-1.
Setelah tertinggal karena tendangan bebas spektakuler Dominik Szoboszlai (74′), City berjuang keras di menit-menit akhir. Erling Haaland memainkan peran penting, memberikan umpan untuk gol peny equalizer Bernardo Silva (84′) dan akhirnya mengamankan kemenangan dengan penalti di menit-menit akhir.
Kemenangan ini semakin signifikan karena merupakan kemenangan pertama City di Anfield dalam 23 tahun. Gol Haaland akan tercatat dalam sejarah sebagai gol yang sangat berkesan.
Namun, pertandingan ini juga diwarnai kontroversi: upaya jarak jauh Rayan Cherki dianulir oleh VAR, dan Szoboszlai mendapat kartu merah di waktu tambahan. Terlepas dari kekacauan tersebut, City tetap teguh dan membawa pulang tiga poin penting.
Kiper dan Lini Belakang
Gianluigi Donnarumma (8/10)
Cukup beruntung ketika gagal mengantisipasi bola silang yang diakhiri lob Mohamed Salah, tetapi menebusnya dengan sejumlah penyelamatan krusial. Aksinya menepis tembakan keras Alexis Mac Allister menjadi salah satu penyelamatan terbaik musim ini.
Matheus Nunes (8/10)
Tampil solid. Umpan terobosannya sempat membuka peluang untuk Omar Marmoush, aktif membantu serangan, dan menjadi aktor kunci saat memenangkan penalti di menit-menit akhir.
Abdukodir Khusanov (7/10)
Mengawali laga dengan kurang baik, tapi perlahan menemukan ritme. Berani membawa bola keluar dari area sendiri dan disiplin saat bertahan, sebelum harus ditarik keluar akibat gegar otak.
Marc Guehi (8/10)
Menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan. Berkali-kali mematahkan umpan berbahaya, tampil berani dalam duel, dan tetap tenang meski mendapat tekanan penuh dari publik tuan rumah.
Rayan Ait-Nouri (8/10)
Konsisten menunjukkan perkembangan. Aktif membantu serangan dari sisi kiri, cerdas dalam pengambilan keputusan, dan efektif meredam serangan balik Liverpool.
Lini Tengah
Bernardo Silva (8/10)
Motor kebangkitan City. Kerja kerasnya tak kenal lelah, baik dalam bertahan maupun menyerang. Gol penyeimbang lahir dari insting dan pergerakannya yang tajam di kotak penalti.
Rodri (7/10)
Mulai terlihat kembali ke performa terbaiknya. Mengontrol tempo permainan di babak pertama dan menjaga keseimbangan lini tengah, sekaligus membatasi ruang gerak Florian Wirtz.
Nico O’Reilly (7/10)
Mengandalkan kekuatan fisik dan disiplin posisi. Perannya memberi fondasi kokoh bagi City untuk menguasai duel di lini tengah.
Omar Marmoush (5/10)
Pergerakannya cukup menjanjikan di awal laga, tetapi gagal memaksimalkan peluang emas. Digantikan pada pertengahan babak kedua.
Antoine Semenyo (6/10)
Kurang klinis saat mendapat peluang bersih, namun tetap berkontribusi dengan daya jelajah dan keberaniannya menusuk pertahanan lawan.
Erling Haaland (5/10)
Babak pertama yang frustrasi tidak membuatnya kehilangan fokus. Assist cerdas dan penalti dingin menandai malam bersejarahnya, sekaligus mematahkan kutukan gol di Anfield.