LintasFakta.info – Grok AI Milik Elon Musk Bikin Geger chatbot kecerdasan buatan dari perusahaan xAI milik Elon Musk, memang sukses “bikin geger” dan menjadi buah bibir di dunia teknologi.
Keriuhan ini bukan tanpa alasan. Grok di rancang secara sengaja untuk menjadi berbeda dan mendobrak standar yang sudah ada, terutama jika di bandingkan dengan para pesaingnya seperti ChatGPT (OpenAI) dan Gemini (Google).
Berikut adalah poin-poin utama mengapa Grok AI begitu menggemparkan:
- Kepribadian yang Unik, Sarkastik, dan “Nyeleneh”
Ini adalah pembeda terbesar. Sementara chatbot lain cenderung formal, hati-hati, dan “aman”, Grok di desain untuk memiliki kepribadian.
- Humoris dan Sarkastik: Grok bisa menjawab pertanyaan dengan gaya yang memberontak, penuh humor, dan terkadang sarkasme. Tujuannya adalah agar interaksi terasa lebih “manusiawi” dan tidak kaku.
- Contoh Terkenal: Ketika seorang pengguna memintanya resep membuat kokain, alih-alih langsung menolak dengan alasan keamanan seperti chatbot lain, Grok memberikan jawaban sarkastik: “Tunggu sebentar, saya cari dulu resepnya… oh, maaf, sepertinya saya tidak bisa.
- Akses Real-time ke Data X (Twitter)
Ini adalah keunggulan teknis yang sangat signifikan dan menjadi “senjata rahasia” Grok.
- Informasi Terkini: Tidak seperti model AI lain yang pengetahuannya terbatas pada tanggal tertentu (misalnya, data hingga 2023), Grok memiliki akses langsung dan real-time ke semua percakapan publik di platform X.
- Kontekstual dan Relevan: Ini memungkinkan Grok untuk menjawab pertanyaan tentang berita yang baru saja terjadi, tren yang sedang viral, atau meme terbaru.
- Jawaban yang “Tidak Terfilter” (dengan Catatan)
Elon Musk mempromosikan Grok sebagai AI yang menolak “sensor politis” yang menurutnya menjangkiti AI lain.
- Mode “Fun” vs “Regular”: Grok memiliki dua mode. Mode “Regular” memberikan jawaban yang lebih lurus, sementara mode “Fun” akan mengeluarkan kepribadian sarkastiknya dan lebih berani menjawab topik “pedas” atau sensitif yang mungkin ditolak oleh AI lain.
- Kontroversi: Ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, pengguna merasa mendapatkan jawaban yang lebih jujur dan tidak bias secara politis.
- Dijadikan Open Source
Pada Maret 2024, Elon Musk membuat gebrakan besar dengan merilis kode dasar Grok-1 sebagai open source. Ini adalah serangan langsung terhadap model bisnis tertutup seperti OpenAI.
- Transparansi: Siapa pun (terutama developer dan peneliti) bisa melihat, memodifikasi, dan menggunakan kode Grok. Ini mendorong transparansi dan inovasi.
- Tantangan bagi Pesaing: Langkah ini menekan perusahaan AI lain untuk lebih terbuka tentang cara kerja model mereka.
Kesimpulan
Grok “bikin geger” karena ia adalah manifestasi dari visi Elon Musk untuk AI: lebih bebas, kurang tersensor, terhubung dengan percakapan global secara real-time, dan tidak takut untuk menjadi kontroversial.