LintasFakta.info – Raphinha Bangkit di Era Hansi Flick Setelah melewati masa-masa suram dan sering menjadi bahan kritik, Raphinha akhirnya menemukan kembali sinarnya di bawah asuhan pelatih baru Hansi Flick. Pemain sayap Brasil ini tak lagi hanya sekadar “pemain cadangan yang bisa mencetak gol”, tapi telah bertransformasi menjadi mesin kreativitas dan produktivitas di lini depan Blaugrana.
🔁 Dari Kritik ke Kepercayaan Diri
Sejak bergabung dari Leeds United pada musim 2022/23, Raphinha memang selalu punya potensi besar. Namun, performanya seringkali tidak konsisten. Di era Xavi Hernandez, ia kerap dipasang di posisi yang kurang nyaman — kadang sebagai penyerang tengah, kadang sayap dalam — hingga membuat permainannya terlihat kaku dan kurang efektif.
Namun, sejak kedatangan Hansi Flick di awal musim 2024/25, segalanya berubah. Pelatih Jerman ini justru melihat sesuatu yang unik dalam diri Raphinha: kecepatan, dribbling agresif, dan naluri mencetak gol dari sudut sempit. Flick memilih untuk memaksimalkan kekuatan itu — bukan mengubahnya.
⚽ Peran Baru, Performa Baru
Flick menempatkan Raphinha sebagai sayap kanan murni, dengan instruksi bebas untuk masuk ke dalam kotak penalti atau membuka ruang lewat umpan silang. Hasilnya? Luar biasa.
- 12 gol dan 8 assist dalam 25 pertandingan La Liga musim ini.
- Rata-rata 3,2 dribbling sukses per pertandingan — tertinggi di tim.
- 90% akurasi umpan ke area penalti — menunjukkan peningkatan drastis dalam pengambilan keputusan.
📈 Masa Depan Cerah
Dengan performa yang konsisten dan kepercayaan penuh dari pelatih, Raphinha kini menjadi salah satu nama penting dalam rencana jangka panjang Barcelona. Ia bahkan mulai di sebut-sebut sebagai calon kapten masa depan, menggantikan Sergio Busquets yang sudah pensiun.
Di tengah spekulasi transfer dari klub-klub Eropa lain, Raphinha justru memberi sinyal kuat bahwa ia ingin bertahan dan membangun legasi di Camp Nou.
Kesimpulan
Kebangkitan Raphinha bukan kebetulan. Itu adalah hasil dari kesesuaian antara profil pemain dengan sistem manajer. Hansi Flick membutuhkan sayap yang eksplosif, dan Raphinha membutuhkan manajer yang memberinya kebebasan taktis.