
Legenda asal Belanda tersebut berstatus sebagai pelatih Newcastle ketika menghadapi Sunderland pada 25 Agustus 1999. The Magpies yang bermain di kandang, St James’ Park, kalah comeback dengan skor 1-2. Tiga hari berselang, Gullit mengumumkan pengunduran dirinya. Ironisnya, hasil tersebut bukan hanya menyudahi kekuasaannya di Newcastle, melainkan mengawali pula kemunduran karier kepelatihannya.
1. Ruud Gullit meraih hasil yang cukup menjanjikan pada musim pertamanya sebagai pelatih Newcastle United
Ruud Gullit bergabung dengan Newcastle United pada 27 Agustus 1998. Ia dipilih untuk menggantikan Kenny Dalglish yang dipecat ketika The Magpies baru melakoni dua pertandingan di Premier League 1998/1999. Pria yang lahir di Amsterdam pada 1 September 1962 ini datang ke St. James’ Park dengan reputasi mentereng. Ia membawa Chelsea menjuarai Piala FA 1996/1997 sebagai pemain sekaligus pelatih.
Gullit lantas memimpin Newcastle dengan status tunggal sebagai pelatih. Ia resmi gantung sepatu pada akhir 1997/1998. Hebatnya, pada musim debutnya, Gullit kembali berhasil melenggang ke partai puncak Piala FA. Sayangnya, ia dan Newcastle kalah 0-2 dari Manchester United yang meraih treble winners. Namun, capaian ini sudah cukup membuat Gullit mengambil hati pendukung klub.
2. Ruud Gullit gagal membawa Newcastle United menang atas Sunderland pada 25 Agustus 1999
Sayangnya, setelah musim pertama yang positif, Ruud Gullit dan Newcastle United mengawali 1999/2000 dengan babak belur. Mereka kalah dalam tiga pertandingan pertama di Premier League. Newcastle dibekuk 0-1 oleh Aston Villa di kandang dan kalah 1-3 dari Tottenham Hotspur serta 2-4 dari Southampton saat bermain tandang. Ketika kembali tampil di rumah pada pekan keempat, Newcastle cuma seri 3-3 melawan Wimbledon. Padahal, mereka sempat unggul 3-1. Ketegangan pun mencapai puncaknya pada pekan kelima. Newcastle dipermalukan sang rival, Sunderland, di St. James’ Park dengan skor 1-2. Newcastle memimpin lebih dulu melalui gol Kieron Dyer pada menit 28. Namun, mereka kalah akibat gol Niall Quinn (64’) dan Kevin Phillips (75’).
Situasi begitu runyam setelah kekalahan signifikan tersebut. Masa depan Gullit mulai dipertanyakan. Kondisi makin tidak kondusif karena konflik Gullit dengan Alan Shearer dan Duncan Ferguson akibat keputusannya tidak memasang dua striker senior itu sebagai starter. Gullit memang memainkan keduanya pada babak kedua. Namun, dalam konferensi pers setelah pertandingan, ia mengeluarkan komentar yang menyebut Newcastle gagal mengejar ketertinggalan karena performa mengecewakan mereka. Sehari setelah derbi, Shearer dan Ferguson mendatangi Gullit di ruangannya untuk mengonfrontasinya. Sejumlah laporan menyebut mereka begitu emosi hingga membuat engsel pintu rusak sebagai dampak dari bantingan.
3. Ruud Gullit memilih hengkang dari Newcastle United
Meski penuh tekanan usai kalah dari Sunderland pada 25 Agustus 1999, Ruud Gullit mengungkapkan pada kemudian hari bahwa petinggi Newcastle United sebetulnya memohon kepadanya untuk bertahan. Sang agen, Phil Smith, juga sempat menyatakan secara terbuka pada saat itu bahwa ada kemungkinan Gullit melanjutkan tugasnya. Namun, 3 hari berselang, tepat 1 tahun 1 hari setelah ditunjuk sebagai pelatih Newcastle, Gullit menyampaikan pengunduran dirinya.
Ia mengaku bisa menerima kritik dan tekanan akibat hasil yang buruk. Namun, Gullit menegaskan tidak bisa lagi menoleransi ketika keluarganya di Belanda juga mendapat serangan sehingga ikut menanggung penderitaan. Newcastle lantas memilih Bobby Robson sebagai pengganti Gullit.